LPM INDEPENDENT – Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) menyelenggarakan Dialog Publik pada 20 Juni 2026 di Gedung E Lantai 2 Universitas Islam Kadiri Kediri, bersama calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa, Zidan Magfiro Tanaka dan Sufi Amalia, dengan mengangkat tema “Apatisme Mahasiswa: Pilihan Rasional atau Kegagalan Struktural?”.

Dalam dialognya, Zidan menyampaikan visi mereka yaitu membangun BEM Universitas sebagai pionir gerakan yang kolaboratif, progresif, dan berintegritas dalam menggerakkan mahasiswa untuk mewujudkan lingkungan kampus yang lebih responsif dan optimal.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Zidan dan Sufi Amalia memiliki beberapa misi, diantaranya berkolaborasi aktif dalam mendukung terciptanya kebebasan akademik melalui instrumen internal maupun eksternal universitas, memaksimalkan perbaikan dan pengembangan kualitas akademik serta non-akademik mahasiswa, berkomitmen penuh terhadap tugas yang diemban, serta cepat tanggap dan bertanggung jawab dalam merespons berbagai isu maupun permasalahan kampus.

Dalam pemaparan program kerjanya, Zidan dan Sufi Amalia menjelaskan bahwa mereka akan menjalankan beberapa program kerja seperti PKKMB, bakti sosial, monitoring organisasi mahasiswa (ORMAWA), kajian advokasi, kanal informasi dan aspirasi digital, ruang aspirasi mahasiswa, sosialisasi isu kampus, serta penguatan aliansi BEM.
Menanggapi tema yang diangkat dalam dialog publik, pasangan calon presma dan calon wakil presma menilai bahwa apatisme mahasiswa perlu disikapi dengan membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan. Menurut mereka, mahasiswa perlu diberikan wadah yang mampu menampung aspirasi serta menyediakan informasi yang mudah diakses sehingga keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan kampus dapat meningkat.

Pada kesempatan tersebut, Sufi Amalia selaku calon Wakil Presiden Mahasiswa juga berharap BEM Universitas dapat menjadi organisasi yang lebih dekat dengan mahasiswa serta mampu menjadi jembatan dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mahasiswa kepada pihak terkait.
Dengan adanya dialog publik tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih jauh visi, misi, serta program kerja yang ditawarkan oleh calon Presma dan calon wakil Presma. Kegiatan ini juga menjadi sarana diskusi mengenai peran mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan dan isu yang berkembang di lingkungan kampus.
