LPM INDEPENDENT — Dalam upaya memperkenalkan visi dan misi para calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM Fakultas, Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) Universitas Islam Kadiri (UNISKA) menyelenggarakan dialog publik secara serentak di setiap masing-masing gedung fakultas pada hari Jumat, 19 Juni 2026. Acara ini mengangkat tema yang kritis, yaitu “Apatisnya Mahasiswa: Pilihan Rasional atau Kegagalan Struktural?”. Selain itu setiap calon juga menyampaikan isi dari essay yang telah mereka susun dengan judul “Membedah Fragmentasi Gerakan Organisasi Mahasiswa UNISKA”.

Fakultas Hukum memperkenalkan calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FH tahun periode 2026/2027 dalam dialog publik yang digelar di Gedung C Ruang 2.6. Kegiatan ini mempertemukan pasangan calon nomor urut 1, Dhea Ananda Rosadewi dan Zilullah Ibrahim Almas, serta pasangan calon nomor urut 2, Nova Abelia dan Kesha Ardi yang lolos seleksi administrasi sebelumnya.
Dalam acara ini, kedua paslon berkesempatan untuk menyampaikan visi dan misi sebagai poin pendukung apabila terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FH. Disamping itu, mereka juga memaparkan rencana program kerja yang akan dijalankan pada kepengurusan selanjutnya. Terkait program kerja, paslon 1 mengunggulkan program advokasi serta kelompok belajar yang terarah demi mendukung mahasiswa, baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Sementara itu, paslon 2 menawarkan program yang berfokus pada penggerakan mahasiswa melalui divisi sosial dan masyarakat, kunjungan ke panti asuhan yang terbuka bagi mahasiswa, serta studi banding ke kampus lain.

Salah satu topik yang menjadi sorotan dalam debat dialog publik kali ini adalah rendahnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan BEM Fakultas Hukum. Paslon 1 menilai kurangnya sosialisasi program menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minimnya keterlibatan mahasiswa. Mereka berencana menghadirkan program yang lebih ringan, terarah, dan mudah diikuti agar mahasiswa lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan organisasi. “Bukan salah dari organisasinya, tetapi juga dari daya minat mahasiswa itu sendiri,” ujar paslon 1 saat menjelaskan penyebab rendahnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan BEM.

Di sisi lain, paslon 2 menekankan pentingnya membangun kedekatan dengan mahasiswa melalui program yang menarik dan kolaboratif. Mereka juga berkomitmen untuk membangun program yang telah ada sebelumnya dengan lebih baik, serta melibatkan lebih banyak mahasiswa dalam berbagai kegiatan organisasi. Untuk menanggapi pertanyaan mengenai perbedaan gagasan yang mereka usung dibandingkan dengan program yang telah ada pada periode sebelumnya, paslon 2 menjelaskan bahwa fokus mereka bukan menciptakan pembeda, melainkan mengembangkan program yang sudah berjalan. “Kami tidak melakukan pembeda, tetapi mengembangkan program yang sudah berjalan agar lebih melibatkan mahasiswa,” ungkap paslon 2 dalam sesi debat yang berlangsung.
Sebagai penutup, pada sesi wawancara oleh kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur FH. Paslon 1 menyatakan niat mereka untuk mendorong semua mahasiswa khususnya mahasiswa Fakultas Hukum agar secara aktif mengembangkan potensi diri dengan berpartisipasi dalam acara-acara yang akan mereka selenggarakan “Kami mengajak serta mahasiswa ikut serta mengambangkan potensi-potensi yang mereka dapatkan sebelumnya di akademik untuk event-event yang telah kami persiapkan pada program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa, ” ujar paslon 1. Di sisi lain, paslon 2 juga menekankan kepada mahasiswa untuk tidak ragu atau takut dalam memperjuangkan hak mereka dan meyakinkan bahwa BEM FH selalu berada di sisi mahasiswa, dengan menyediakan wadah untuk kritik dan saran yang bertujuan supaya mahasiswa memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. “Dan khususnya untuk mahasiswa FH Uniska, saya harapkan jangan pernah takut semisal kita memang memiliki kebenaran,” jelas paslon 2.
(Itsna & Zia / Divisi Jurnalistik)
